Terkadang orang tidak langsung memeriksakan diri pada dokter bila demam.
Menurut orang kebanyakan, demam merupakan hal yang wajar sebagai upaya
dari tubuh untuk melawan dan menangkal serangan karena virus. Namun bila
demam tinggi sampai lebih dari 38 derajat dan terjadi dalam jangka
panjang, apakah hal itu tetap suatu kewajaran? Demam dengan ciri seperti
yang disebutkan merupakan salah satu ciri dari kanker getah bening.
Selain itu ciri lain dari kanker getah bening adalah sering berkeringat
pada malam hari bisa merupakan indikasi dari serangan yang dilakukan sel
di jaringan getah bening. Ciri spesifik kanker getah bening lainnya
adalah kehilangan berat badan sampai 10% pada waktu 6 bulan. Lindungi
keluarga anda dari bahaya kanker getah bening dengan menerapkan pola
hidup sehat.
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Juli 2012
Senin, 02 Juli 2012
Kanker Mata dan Penyebabnya
Pengobatan Penyakit Mata
Mata tidak luput dari serangan kanker yang menyerang. Kanker pada mata
biasanya menimbulkan kebutaan. Kanker mata ini paling banyak insidensi
kasusnya pada anak-anak. Ciri dan gejala kanker mata biasanya ditandai
dengan perubahan pupil menjadi warna putih seperti mata kucing.
Dilanjutkan dengan iris pada mata memiliki kelainan warna. Rasa nyeri
dan merah pada jangan pernah anda sepelekan, siapa tahu infeksi pada
mata tersbut akan berubah menjadi kanker ganas. Dan ternyata juling pu
merupakan salah satu ciri kanker pada mata yang diderita semenjak lahir.
Bila ciri-ciri tersebut terdapat pada mata anda, anda bisa melakukan
pengobatan untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus dilakukan.
Selasa, 19 Juni 2012
Penyakit Kaner Usus
penyakit Kanker Usus Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker
usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma,
yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat).
Kamis, 19 Januari 2012
Hati-hati ada Sel Kanker di Tulang anda !!
Penyakit Kanker Tulang
Kanker tulang osteorsarcoma merupakan slah satu jenis kanker tulang
yang paling ganas dan berbahaya. Kanker tulang osteorsarcoma ini
merupakn kanker tulang yang umum dan sering diderita oleh masyarakat.
Obat kanker tulang osteorsarcoma adalah kemoterapi. Kemoterapi sangat
penting dilakukan, apalagi sebelum upaya pembedahan. Sel-sel kanker
akan mengecil dan membunuh sel kanker yang telah menyebar. Kemoterapi
yang bisa dilakukan seabgai obat kanker tulang osteosarcoma
seperti Metotreksat dosis tinggi dengan leukovorin. Kanker tulang
osteosarcoma ini sangat berbahaya apalgi mampu menyebar ke daerah
sekitar paru paru dan menyerang bagian paru paru ini. Hal ini tentu
akan semakin membuat gejala yang buruk dan mengakibatkan resiko
kesembuhan atau pengobatn menjadi semakin berkurang. Oleh karena itu
pemeriksan secara dini dengan menggunakan beragam metode kedokteran
harus sering dilakukan untuk mengecek kesehatan dan kondisi tubuh kita.
Label:
herbal noni,
jus noni,
kanker,
kanker tulang,
kanker tulang osteorsarcoma,
keropos,
noni,
noni tahiti,
obat kanker tulang,
penyakit kanker tulang,
tahitian noni,
tulang,
tulang keropos
Selasa, 17 Januari 2012
Penyakit Kanker Tulang
Obat Kanker Tulang
Kanker tulang osteorsarcoma merupakan slah satu jenis kanker tulang
yang paling ganas dan berbahaya. Kanker tulang osteorsarcoma ini
merupakn kanker tulang yang umum dan sering diderita oleh masyarakat. Kanker tulang osteosarcoma ini sangat berbahaya apalgi mampu menyebar
ke daerah sekitar paru paru dan menyerang bagian paru paru ini. Hal ini
tentu akan semakin membuat gejala yang buruk dan mengakibatkan resiko
kesembuhan atau pengobatn menjadi semakin berkurang. Oleh karena itu
pemeriksan secara dini dengan menggunakan beragam metode kedokteran
harus sering dilakukan untuk mengecek kesehatan dan kondisi tubuh kita.
Label:
jus noni,
kanker,
kanker tulang,
kanker tulang osteorsarcoma,
noni,
noni tahiti,
obat kanker tulang,
osteoporosis,
penyakit tulang,
tahitian noni,
TNJ,
tulang,
tulang keropos
Minggu, 15 Januari 2012
Penyakit Berbahaya di Pinggiran Lidah
Jual Herbal Kanker
Lidah adalah organ tubuh yang membantu dalam menelan makanan dan
membantu dalam proses pengucapan atau berbicara. Pinggiran lidah
merupakan tempat yang biasanya terjangkiti kanker lidah. Kanker lidah
ditemukan dalam pemeriksaan gigi secara rutin pada umumnya. Obat kanker lidah
itu sendiri adalah dengan memberikan vitamin C dan E, beta-karoten yang
memberikan perlindungan terhadap penyakit kanker lidah ini. Pemberian
nutrisi alami dan menghindari alkohol dan merokok sebaiknya dilakukan. Obat kanker lidah
dapat dengan kemoterapi alami. Dengan cara ini sel kanker akan mampu
terbunuh dengan cepat dan terhentikan perkembangannya. Cara kemoterapi
alami mampu membunuh sel kanker dengan cara pemanasan sehingga tidak
membuat sel baik menjadi rusak. Kanker ini biasanya menyebar dan
menyusup pada bagian leher dan kepala seseorang.
Kamis, 12 Januari 2012
Penyakit Kanker Lidah
Penyakit Kanker Lidah
Kanker lidah ditemukan dalam pemeriksaan gigi secara rutin pada umumnya. Obat kanker lidah
itu sendiri adalah dengan memberikan vitamin C dan E, beta-karoten yang
memberikan perlindungan terhadap penyakit kanker lidah ini. Pemberian
nutrisi alami dan menghindari alkohol dan merokok sebaiknya dilakukan. Obat kanker lidah
dapat dengan kemoterapi alami. Dengan cara ini sel kanker akan mampu
terbunuh dengan cepat dan terhentikan perkembangannya. Cara kemoterapi
alami mampu membunuh sel kanker dengan cara pemanasan sehingga tidak
membuat sel baik menjadi rusak
Label:
jus noni,
kanker,
kanker lidah,
lidah,
noni,
noni tahiti,
obat kanker lidah,
penyakit kanker,
penyakit kanker lidah,
sariawan,
tahitian noni,
vitamin C
Minggu, 08 Januari 2012
Keganasan Kanker Pita Suara
kanker pita suara
Kanker pita suara adalah keganasan yang dilakukan sel-sel kanker yang berkembang dengan abnormal di daerah pita suara tersebut. kanker pita suara
disebut juga dengan nama kanker laring. Kanker ini banyak ditemukan
pada lelaki dengan kecenderungan menyukai atau sering merokok dan
meminum minuman beralkohol. Kanker laring ini juga biasanya ditandai
dengan gejala seperti serak selama dua minggu tak kunjung sembuh.
Gejala lain dari kanker laring atau kanker pita suara itu adalah nyeri tenggorokan, nyeri leher, penurunan berat badan, batuk, batuk darah, dan bunyi pernafasan yang abnormal
Rabu, 04 Januari 2012
Kanker Mata
kanker mata
Mata tidak luput dari serangan kanker yang menyerang. Kanker pada mata
biasanya menimbulkan kebutaan. Kanker mata ini paling banyak insidensi
kasusnya pada anak-anak. Ciri dan gejala kanker mata biasanya ditandai
dengan perubahan pupil menjadi warna putih seperti mata kucing.
Dilanjutkan dengan iris pada mata memiliki kelainan warna. Rasa nyeri
dan merah pada jangan pernah anda sepelekan, siapa tahu infeksi pada
mata tersbut akan berubah menjadi kanker ganas. Dan ternyata juling pu
merupakan salah satu ciri kanker pada mata yang diderita semenjak
lahir. Bila ciri-ciri tersebut terdapat pada mata anda, anda bisa
melakukan pengobatan untuk mengetahui langkah selanjutnya yang harus
dilakukan.
kanker pita suara
kanker pita suara adalah keganasan yang dilakukan sel-sel kanker yang berkembang dengan abnormal di daerah pita suara tersebut. kanker pita suara
disebut juga dengan nama kanker laring. Kanker ini banyak ditemukan
pada lelaki dengan kecenderungan menyukai atau sering merokok dan
meminum minuman beralkohol.
Jumat, 09 Desember 2011
Penyakit Rhabdomyosarcoma
nonis penyembuh kanker
Rhabdomyosarcoma adalah sejenis kanker agresif yang timbul dari sel otot rangka primitif yang disebut �rhabdomyoblast�. Ada beberapa subtipe dari kanker rhabdomyosarcoma tetapi tergantung pada histologi sel kanker itu sendiri. Rhabdomyosarcoma embrional (ERMS)merupakan subtipe paling umum dari kanker utamanya.
Apa itu Kanker Neuroblastoma?
terapi kanker neuroblastoma
Kanker neuroblastoma merupakan kanker yang
menyerang sistem syaraf. Kanker ini lebih sering ditemukan pada masa
kanak-kanak. Kanker ini biasanya berasal dari jaringan yang membentuk
syaraf simpatis (bagian syaraf yang mengatur fungsi tubuh involunter. Kanker neuroblastoma
bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, yang paling sering berasal dari
jaringan adrenal di perut. Kasus kanker neuroblastoma ini sekitar 74%
ditemui pada anak-anak di bawah 5 tahun. Kanker neuroblastoma ini
biasanya ditandai dengan gejala seperti perut yang membesar. Selain
itu, perasaan perut yang terasa penuh dan nyeri perut pun merupakan
salah satu gejala kanker neuroblastoma ini. kanker neuroblastoma ini
sering memproduksi hormon seperti epinefrin yang dapat meningkatkan
denyut jantung dan terjadinya kecemasan pada penderitanya.
Kamis, 08 Desember 2011
Ada kanker pada Gusi anda, kenalilah!
kanker gusi
Biasanya suatu benjolan di gusi bukan merupakan sesuatu yang membuat kita khawatir jika penyebabnya bukan abses gigi. Mungkin pembengkakan pada gusi merupakan iritasi yang tidak mengarah pada kanker gusi.
Biasanya suatu benjolan di gusi bukan merupakan sesuatu yang membuat kita khawatir jika penyebabnya bukan abses gigi. Mungkin pembengkakan pada gusi merupakan iritasi yang tidak mengarah pada kanker gusi.
Penyakit Kanker Payu dara
kanker payudara
- Angka kejadian kanker payudara kian meningkat. Data dari Jakarta Breasr Centre: 2.495 pasien tahun 2001 dan 2002 ternyata 79% tumor jinak dan 14% kanker payudara.
- Di AS hampir 1/3 kanker yang di diagnosa pada wanita adalah kanker payudara. Pada tahun 2000, sekitar 180.000 wanita AS di diagnose kanker payudara dan lebih 40.000 ,meninggal.
- Kemungkinan terkena kanker payudara pada wanita 100 kali lipat dibanding pria.
- Tidak semua kelainan payudara adalah kanker.
- Kanker biasanya lebih banyak terjadi pada :
- Wanita berusia diatas 45 tahun
Senin, 05 Desember 2011
Kanker Payudara
terapi kanker payudara
- Angka kejadian kanker payudara kian meningkat. Data dari Jakarta Breasr Centre: 2.495 pasien tahun 2001 dan 2002 ternyata 79% tumor jinak dan 14% kanker payudara.
- Di AS hamper 1/3 kanker yang di diagnosa pada wanita adalah kanker payudara. Pada tahun 2000, sekitar 180.000 wanita AS di diagnose kanker payudara dan lebih 40.000 ,meninggal.
- Kemungkinan terkena kanker payudara pada wanita 100 kali lipat dibanding pria.
- Tidak semua kelainan payudara adalah kanker.
Kamis, 22 September 2011
Kanker Sumsum Tulang
obat kanker sumsum
Spinal tumor atau tumor tulang belakang ialah pertumbuhan sel kanker maupun sel non kanker di dalam sumsum tulang belakang atau dekat rangkaian tulang belakang. Apabila pada bagian tubuh lain tumor non kanker tidak mencemaskan, tumor pada tulang belakang dapat mempengaruhi syaraf dan menyebabkan rasa sakit, masalah neurologis dan terkadang kelumpuhan. Tumor tulang belakang dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kelumpuhan permanen.
Spinal tumor atau tumor tulang belakang ialah pertumbuhan sel kanker maupun sel non kanker di dalam sumsum tulang belakang atau dekat rangkaian tulang belakang. Apabila pada bagian tubuh lain tumor non kanker tidak mencemaskan, tumor pada tulang belakang dapat mempengaruhi syaraf dan menyebabkan rasa sakit, masalah neurologis dan terkadang kelumpuhan. Tumor tulang belakang dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kelumpuhan permanen.
Tumor sel tulang belakang sering terdiri
dari sejumlah gen yang tidak normal. Tetapi dalam banyak kasus tidak
diketahui apa yang menyebabkan perubahan itu. Ilmuwan meyakini bahwa
tumor tulang belakang menurun dalam keluarga dan berhubungan dengan
sindrom kanker di dalam keluarga, antara lain :
• Neurofibromatosis 2. Adalah tumor
jinak yang menurun dalam keluarga. Terbentuk pada atau di dekat syaraf
yang berhubungan dengan pendengaran.
• Von Hippel-Lindau disease. Adalah
gangguan multisistem yang berhubungan dengan tumor pembuluh darah jinak
pada otak, retina dan tulang belakang, serta tumor lain seperti tumor
ginjal dan kelenjar adrenal
Selasa, 20 September 2011
Komplikasi Penyakit Kanker dan Kista
obat herbal kanker kista
Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:
- tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)
- menyerang jaringan biologis di dekatnya.
- bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.
Tiga karakter ganas inilah yang
membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk
tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran
yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan
kanker disebut onkologi.
Kista adalah suatu organ yang membesar dan di dalamnya berisi cairan,
seperti sebuah balon yang berisi air. Pada wanita, organ yang paling
sering menjadi kista adalah indung telur. Tidak ada ketentuan apakah
indung telur kiri atau kanan yang sering menjadi kista. Pada kebanyakan
kasus kista justru tidak memerlukan operasi.
Label:
gejala kanker payudara,
kanker,
kanker payudara,
kista,
miom,
obat herbal kanker payudara,
obat kanker payudara,
penyebab kanker serviks
Lokasi:
Sidoardjo, Indonesia
Rabu, 15 Juni 2011
Komplikasi Kanker & Kista
KANKER
sembuh komplikasi kanker kista
Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:
- tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)
- menyerang jaringan biologis di dekatnya.
- bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.
Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.
Pada umumnya, sel kanker membentuk sebuah tumor, kecuali pada leukemia. Reaksi antara asam tetraiodotiroasetat dengan integrin adalah penghambat aktivitas hormon tiroksin dan tri-iodotironina yang merupakan salah satu faktor yang berperan dalam angiogenesis dan proliferasi sel tumor. Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.
Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa “ganas” (bersifat kanker) atau “jinak” (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
Klasifikasi
Pada umumnya, kanker dirujuk berdasarkan jenis organ atau sel tempat terjadinya. Sebagai contoh, kanker yang bermula pada usus besar dirujuk sebagai kanker usus besar, sedangkan kanker yang terjadi pada sel basal dari kulit dirujuk sebagai karsinoma sel basal. Klasifikasi kanker kemudian dilakukan pada kategori yang lebih umum, misalnya:
- Karsinoma, merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel, seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada sistem pencernaan atau kelenjar. Contoh meliputi kanker kulit, karsinoma serviks, karsinoma anal, kanker esofageal, karsinoma hepatoselular, kanker laringeal, hipernefroma, kanker lambung, kanker testiskular dan kanker tiroid.
- Sarkoma, merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma, tulang rawan seperti kondrosarkoma, jaringan otot seperti rabdomiosarcoma, jaringan adiposa, pembuluh darah dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya.
- Leukemia,Limfoma dan Mieloma kanker yang terjadi pada jaringan darah
- Melanoma timbul dari melanosit.
- Mesotelioma pada pleura atau perikardium
Ciri-ciri sel kanker
Jaringan kanker memiliki ciri morfologis yang sangat khas saat diamati dengan mikroskop. Diantaranya berupa banyaknya jumlah sel yang mengalami mitosis, variasi jumlah dan ukuran nukleus, variasi ukuran dan bentuk sel, tidak terdapat fitur selular yang khas, tidak terjadi koordinasi selular yang biasa nampak pada jaringan normal dan tidak terdapat batas jaringan yang jelas.
Immunohistochemistry dan metode molekular lain digunakan untuk menemukan ciri morfologis khas pada sel kanker/tumor, sebagai rujukan diagnosis dan prognosis.
Hahn dan rekan menggunakan ekspresi ektopik dari kombinasi antara telomerase transkriptase balik dengan onkogen h-ras dan antigen T dari virus SV40 untuk menginduksi konversi tumorigenik pada sel fibroblas dan sel epitelial manusia, yang terjadi akibat disrupsi pada lintasan metabolik intraselular. Ciri fenotipe dari sel kanker setelah mengalami transformasi dari sel normal, antara lain:
Transformasi in vitro
- Terjadi perubahan sitologi seperti pada sel kanker in vivo yaitu peningkatan basofil sitoplasmik, peningkatan jumlah dan ukuran nuklei
- Perubahan pada karakteristik perkembangan sel:
a. sulit mati walaupun telah mengalami diferensiasi berkali-kali
b. tumbuh berkembang yang tidak terhenti, walaupun telah berdesakan dengan sel di sekitarnya, sehingga jaringan kanker memiliki kepadatan yang tinggi
c. membutuhkan serum dan faktor pertumbuhan lebih sedikit
d. tidak lagi membutuhkan lapisan antarmuka untuk berkembangbiak, dan dapat tumbuh sebagai koloni bebas di dalam medium semi-padat.
e. tidak memiliki kendali atas siklus sel
f. sulit mengalami apoptosis
- Perubahan pada struktur dan fungsi membran sel, termasuk peningkatan aglutinabilitas karena lektin herbal
- Perubahan pada komposisi antarmuka sel, glikoprotein, proteoglikan, glikolipid dan musin, ekspresi antigen tumorik dan peningkatan penyerapan asam amino, heksos dan nukleosida.
- Tidak terjadi interaksi matriks sel-sel dan sel-ekstraselular, sehingga tidak terjadi penurunan laju diferensiasi
- Sel kanker tidak merespon stimulasi zat yang menginduksi diferensiasi, karena terjadi perubahan komposisi antarmuka sel, termasuk komposisi molekul pencerap zat bersangkutan.
- Perubahan dalam mekanisme transduksi sinyal selular, termasuk pada lintasan yang sangat fundamental, selain lintasan regulasi yang mengendalikan fungsi pencerap faktor pertumbuhan, jenjang fosforilasi dan defosforilasi.
- Kemampuan untuk menginduksi tumor pada model. Kemampuan ini yang menjadi sine qua non yang mendefinisikan kata “ganas” pada transformasi in vitro. Walaupun demikian, sel kanker yang tidak memiliki kemampuan seperti ini, tetap memiliki sifat “tumorigenik” pada model yang lain.
Transformasi in vivo
Transformasi pada sel manusia memerlukan akumulasi dari berbagai perubahan genetik yang mengakibatkan ketidak-stabilan genomik, seperti:
- Peningkatan ekspresi protein onkogen sebagai akibat dari translokasi, amplifikasi dan mutasi pada kromosom.
- Tidak terdapat ekspresi protein dari gen “penekan tumor”.
- Perubahan pada metilasi DNA.
- Terdapat kelainan transkripsi genetik yang menyebabkan kelebihan produksi zat pendukung pertumbuhan, seperti IGF-2, TGF-α, faktor angiogenesis tumor, PDGF, dan faktor pertumbuhan hematopoietik seperti CSF dan interleukin.
- Tidak terjadi keseimbangan genetis, sehingga proliferasi menjadi semakin tidak terkendali, peningkatan kemungkinan terjadinya metastasis.
- Perubahan pada pola enzim dan peningkatan enzim yang berperan dalam sintesis asam nukleat dan enzim yang bersifat litik, seperti protease, kolagenase dan glikosidase.
- Produksi antigen onkofetal, seperti antigen karsinoembrionik dan hormon plasentis (contoh: gonadotropin korionik), atau isoenzim seperti alkalina fosfatase plasentis.
- Kemampuan untuk menghindari respon antitumor dari inangnya.
Dari berbagai perubahan genetik tersebut, pada tumor pada manusia, seringkali ditemukan translokasi kromosom yang menghasilkan produk kimerik dengan kemampuan transformasi menjadi sel tumor/kanker atau mengubah ekspresi onkogen.
Ciri dan gejala
Ciri paraklinis umum pada sel tumor maupun kanker adalah produksi asam laktat dan asam piruvat yang tinggi, oksidasi glukosa yang rendah, walaupun tidak selalu disertai simtoma hipoksia, percepatan lintasan glikolisis dan perlambatan laju fosforilasi oksidatif, dan pergeseran lintasan glikolisis dari anaerobik menjadi aerobik, yang dikenal sebagai efek Warburg. Sel kanker memiliki kecenderungan untuk menghasilkan ATP sebagai sumber energi dari lintasan glikolisis daripada lintasan fosforilasi oksidatif. Faktor transkripsi Ets-1 yang ditingkatkan oleh sekresi H2O2 oleh mitokondria merupakan salah satu pemegang kendali pergeseran metabolisme pada sel kanker. Ciri lain adalah rendahnya kadar plasma vitamin C yang ditemukan pada berbagai penderita kanker, baik dari penderita dengan kebiasaan merokok, maupun tidak.
Secara umum, gejala kanker bisa dibadi menjadi kelompok :
- Gejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa tumor, pendarahan (hemorrhage), rasa sakit dan/atau tukak lambung/ulceration. Kompresi jaringan sekitar bisa menyebabkan gejala jaundis (kulit dan mata yang menguning).
- Gejala pembesaran kelenjar getah bening (lymph node), batuk, hemoptisis, hepatomegali (pembesaran hati), rasa sakit pada tulang, fraktur pada tulang-tulang yang terpengaruh, dan gejala-gejala neurologis. Walaupun pada kanker tahap lanjut menyebabkan rasa sakit, sering kali itu bukan gejala awalnya.
- Gejala sistemik : berat badan turun, nafsu makan berkurang secara signifikan, kelelahan dan kakeksia(kurus kering), keringat berlebihan pada saat tidur/keringat malam, anemia, fenomena paraneoplastik tertentu yaitu kondisi spesifik yang disebabkan kanker aktif seperti trombosis dan perubahan hormonal. Setiap gejala dalam daftar di atas bisa disebabkan oleh berbagai kondisi (daftar berbagai kondisi itu disebut dengan diagnosis banding). Kanker mungkin adalah penyebab utama atau bukan penyebab utama dari setiap gejala.
- Gejala angiogenesis yang merupakan interaksi antara sel tumor, sel stromal, sel endotelial, fibroblas dan matriks ekstraselular. Pada kanker, terjadi penurunan konsentrasi senyawa penghambat pertumbuhan pembuluh darah baru, seperti trombospondin, angiostatin dan glioma-derived angiogenesis inhibitory factor, dan ekspresi berlebih faktor proangiogenik, seperti vascular endothelial growth factor, yang memungkinkan sel kanker melakukan metastasis. Terapi terhadap tumor pada umumnya selalu melibatkan 2 peran penting, yaitu penggunaan anti-vascular endothelial growth factor monoclonal antibodies untuk mengimbangi overekspresi faktor proangiogenik, dan pemberian senyawa penghambat angiogenesis, seperti endostatin dan angiostatin.
- Gejala migrasi sel tumor, yang ditandai dengan degradasi matriks ekstraselular (ECM), jaringan ikat yang menyangga struktur sel, oleh enzim MMP. Hingga saat ini telah diketahui 26 berkas gen MMP yang berperan dalam kanker, dengan pengecualian yang terjadi antara lain pada hepatocellular carcinoma.
Penyebab
Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan
Bahan Kimia
Patogenesis kanker dapat dilacak balik ke mutasi DNA yang berdampak pada pertumbuhan sel dan metastasis. Zat yang menyebabkan mutasi DNA dikenal sebagai mutagen, dan mutagen yang menyebabkan kanker disebut dengan karsinogen. Ada beberapa zat khusus yang terkait dengan jenis kanker tertentu. Rokok tembakau dihubungkan dengan banyak jenis kanker, dan penyebab dari 90% kanker paru-paru. Keterpaparan secara terus-menerus terhadap serat asbestos dikaitkan dengan mesothelioma. Banyak mutagen adalah juga karsinogen. Tetapi, beberapa mutagen bukanlah karsinogen. Alkohol adalah contoh bahan kimia bersifat karsinogen yang bukan mutagen. Bahan kimia seperti ini bisa menyebabkan kanker dengan menstimulasi tingkat pembelahan sel. Tingkat replikasi yang lebih cepat, hanya menyisakan sedikit waktu bagi enzim-enzim untuk memperbaiki DNA yang rusak pada saat replikasi DNA, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya mutasi. Riset selama beberapa dekade menunjukkan keterkaitan antara penggunaan tembakau dan kanker pada paru-paru, laring, kepala, leher, perut, kandung kemih, ginjal, esofagus, dan pankreas. Asap tembakau memiliki lebih dari lima puluh jenis karsinogen yang sudah dikenali termasuk nitrosamines dan hidrokarbon aromatik polisiklik. Tembakau bertanggung jawab atas satu per tiga dari seluruh kematian akibat kanker di negara-negara maju, dan sekitar satu per lima di seluruh dunia. Tingkat kematian akibat kanker paru-paru di Amerika Serikat mencerminkan pola merokok, dengan kenaikan dalam pola merokok diikuti dengan peningkatan yang dramatis dalam tingkat kematian akibat kanker paru-paru. Walaupun begitu, jumlah perokok di seluruh dunia terus meningkat, sehingga beberapa organisasi menyebutkannya sebagai epidemik tembakau. Kanker yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang diyakini memiliki jumlah sebesar 2-20% dari semua kasus.
Radiasi Ionisasi
Sumber-sumber radiasi ionisasi, seperti gas radon, bisa menyebabkan kanker. Keterpaparan terus-menerus terhadap radiasi ultraviolet dari matahari bisa menyebabkan melanoma dan beberapa penyakit kulit yang berbahaya. Diperkirakan 2% dari penyakit kanker di masa yang akan datang dikarenakan CT Scan di saat ini. Radiasi dari frekuensi radio tak berion dari telepon seluler dan sumber-sumber radio frekuensi yang serupa juga dianggap sebagai penyebab kanker, tetapi saat ini sangat sedikit bukti kuat yang mendukung keterkaitan ini.
Infeksi
Beberapa kanker bisa disebabkan infeksi. Ini bukan saja berlaku pada binatang-binatang seperti burung, tetapi juga pada manusia. Virus-virus ini berperan hingga 20% terhadap terjangkitnya kanker pada manusia di seluruh dunia. Virus-virus ini termasuk papillomavirus pada manusia (kanker serviks), poliomavirus pada manusia (mesothelioma, tumor otak), virus Epstein-Barr (penyakit limfoproliferatif sel-B dan kanker nasofaring), virus herpes penyebab sarcoma Kaposi (Sarcoma Kaposi dan efusi limfoma primer), virus-virus hepatitis B dan hepatitis C (kanker hati), virus-1 leukemia sel T pada manusis (leukemia sel T), dan helicobacter pylori (kanker lambung).
Data ekperimen dan epidemiologis menyatakan peran kausatif untuk virus dan virus tampaknya menjadi faktor risiko kedua paling penting dalam perkembangan kanker pada manusia, yang hanya dilampaui oleh penggunaan tembakau. Jenis tumor yang ditimbulkan virus dapat dibagi menjadi dua, jenis yang bertransformasi secara akut dan bertransformasi secara perlahan. Pada virus yang bertransformasi secara akut, virus tersebut membawa onkogen yang terlalu aktif yang disebut onkogen-viral (v-onc), dan virus yang terinfeksi bertransformasi segera setelah v-onc terlihat. Kebalikannya, pada virus yang bertransformasi secara perlahan, genome virus dimasukkan di dekat onkogen-proto di dalam genom induk.
Ketidakseimbangan Metabolisme
Senyawa formaldehid yang disintesis di dalam tubuh, seringkali terbentuk dari lintasan metabolisme senyawa xenobiotik, dapat membentuk ikatan kovalen dengan DNA, atau mengikat pada serum albumin dan gugus valina dari hemoglobin, dan menginduksi lintasan karsinogenesis.
Ketidakseimbangan Hormonal
Tingginya rasio plasma hormon TGF-β, yang merupakan regulator pada proses penyembuhan luka, akan meningkatkan produksi ROS pada fibroblas, serta diferensiasi fibroblas menuju fenotipe miofibroblas.
Disfungsi Sistem Kekebalan
Keturunan
Keturunan (genetik) merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan kanker.
Adanya faktor genetik dalam pembentukan kanker ini terjadi karena salah penyebab kanker adalah mutasi DNA yang memang diturunkan dari orangtua kepada anaknya, akan tetapi tidak semua jenis kanker dapat diturunkan. hal tersebut dipengaruhi oleh letak mutasi pada DNA yang dialami dan juga genotipe dari mutasi yang terjadi.
Letak kerusakan DNA yang dialami
Ada 2 macam letak mutasi yang memicu terbentuknya kanker, yaitu mutasi pada gen-gen onkogen dan mutasi pada gen-gen pensupresi tumor. mutasi pada gen pensupresi tumor lah yang biasanya memicu penurunan kanker. hal tersebut disebabkan karena zigot yang mengalami mutasi pada gen onkogen biasanya tidak dapat bertahan hidup sehingga tidak dapat diturunkan.
Patofisiologi
Kanker adalah kelas penyakit beragam yang sangat berbeda dalam hal penyebab dan biologisnya. Setiap organisme, bahkan tumbuhan, bisa terkena kanker. Hampir semua kanker yang dikenal muncul secara bertahap, saat kecacatan bertumpuk di dalam sel kanker dan sel anak-anaknya (lihat bagian mekanisme untuk jenis cacat yang umum).
Setiap hal yang bereplikasi memiliki kemungkinan cacat (mutasi). Kecuali jika pencegahan dan perbaikan kecatatan ditangani dengan baik, kecacatan itu akan tetap ada, dan mungkin diwariskan ke sel anang/(daughter cell). Biasanya, tubuh melakukan penjagaan terhadap kanker dengan berbagai metoda, seperti apoptosis, molekul pembantu (beberapa polimerase DNA), penuaan/(senescence), dan lain-lain. Namun, metoda koreksi-kecatatan ini sering kali gagal, terutama di dalam lingkungan yang membuat kecatatan lebih mungkin untuk muncul dan menyebar. Sebagai contohnya, lingkungan tersebut mengandung bahan-bahan yang merusak, disebut dengan bahan karsinogen, cedera berkala (fisik, panas, dan lain-lain), atau lingkungan yang membuat sel tidak mungkin bertahan, seperti hipoksia. Karena itu, kanker adalah penyakit progresif, dan berbagai kecacatan progresif ini perlahan berakumulasi hingga sel mulai bertindak berkebalikan dengan fungsi seharusnya di dalam organisme. Kecacatan sel, sebagai penyebab kanker, biasanya bisa memperkuat dirinya sendiri (self-amplifying), pada akhirnya akan berlipat ganda secara eksponensial. Sebagai contohnya :
- Mutasi dalam perlengkapan perbaikan-kecacatan bisa menyebabkan sel dan sel anangnya mengakumulasikan kecacatan dengan lebih cepat.
- Mutasi dalam perlengkapan pembuat sinyal (endokrin) bisa mengirimkan sinyal penyebab-kecacatan kepada sel di sekitarnya.
- Mutasi bisa menyebabkan sel menjadi neoplastik, membuat sel bermigrasi dan dan merusak sel yang lebih sehat.
- Mutasi bisa menyebabkan sel menjadi kekal (immortal), lihat telomeres, membuat sel rusak bisa membuat sel sehat rusak selamanya.
Pembentukan sel kanker
Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker adalah hiperplasia, displasia, dan neoplasia. Hiperplasia adalah keadaan saat sel normal dalam jaringan bertumbuh dalam jumlah yang berlebihan. Displasia merupakan kondisi ketika sel berkembang tidak normal dan pada umumnya terlihat adanya perubahan pada nukleusnya. Pada tahapan ini ukuran nukleus bervariasi, aktivitas mitosis meningkat, dan tidak ada ciri khas sitoplasma yang berhubungan dengan diferensiasi sel pada jaringan. Neoplasia merupakan kondisi sel pada jaringan yang sudah berproliferasi secara tidak normal dan memiliki sifat invasif. Kelainan siklus sel, antara lain terjadi saat:
- perpindahan fasa G1 menuju fasa S.
- siklus sel terjadi tanpa disertai dengan aktivasi faktor transkripsi. Pencerap hormon tiroid beta1 (TRbeta1) merupakan faktor transkripsi yang diaktivasi oleh hormon T3 dan berfungsi sebagai supresor tumor dan gangguan gen THRB yang sering ditemukan pada kanker.
- siklus sel terjadi dengan kerusakan DNA yang tidak terpulihkan.
- translokasi posisi kromosom yang sering ditemukan pada kanker sel darah putih seperti leukimia atau limfoma, atau hilangnya sebagian DNA pada domain tertentu pada kromosom. Pada leukimia mielogenus kronis, 95% penderita mengalami translokasi kromosom 9 dan 22, yang disebut kromosom filadelfia.
Karsinogenesis pada manusia adalah sebuah proses berjenjang sebagai akibat paparan karsinogen yang sering dijumpai dalam lingkungan, sepanjang hidup, baik melalui konsumsi, maupun infeksi. Terdapat empat jenjang karsinogenesis:
- inisiasi tumor
- promosi tumor
- konversi malignan
- progresi tumor
Diagnosis kanker
Kebanyakan kanker dikenali karena tanda atau gejala tampak atau melalui screening. Kedua metode ini tidak menuju ke diagnosis yang jelas, yang biasanya membutuhkan sebuah biopsi. Beberapa kanker ditemukan secara tidak sengaja pada saat evaluasi medis dari masalah yang tak berhubungan.
Karena kanker juga dapat disebabkan adanya metilasi pada promotor gen tertentu, maka deteksi dini dapat dilakukan dengan menguji gen yang menjadi biomarker untuk kanker. Beberapa jenis kanker telah diketahui status metilasi biomarker-nya. Misalnya untuk kanker payudara dapat digunakan biomarker BRCA, sedangkan untuk kanker kolorektal dapat menggunakan biomarker Sox17.
Deteksi dini ini sangat penting. Pada beberapa kanker seperti kanker kolorektal apabila diketahui sejak dini peluang untuk sembuh lebih besar. Selain itu, deteksi dini dapat memudahkan dokter untuk memberikan pengobatan yang sesuai.
KISTA
Kista adalah tumor jinak di yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.
Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.
Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.
Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.
Penyakit kista merupakan penyakit yang menyerang kaum perempuan. Kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur. Penyakit ini merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan penanganannya tidak melalui operasi besar. Namun berdasarkan tingkatan keganasan, penyakit kista dapat dibagi menjadi dua macam:
1. Kista non-neoplastik, yang sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan
2. Kista neoplastik, kista ini umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya
Menurut Dr. dr. T. Z.Jacoeb, SpOG-KFER, kista tidak hanya dapat tumbuh di ovariom atau indung telur wanita saja, tetapi juga dapat tumbuh di paru-paru, usus dan bahkan di otak. Penyakit kista dapat disebabkan oleh polusi udara dan debu.
Adanya dioksin dari asap pabrik dan pembakaran gas bermotor dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia yang kemudia akan membantu tumbuhnya kista. Selain itu dari faktor makanan, lemak berlebih atau lemak yang tidak sehat akan mengakibatkan zat-zat lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme sehingga akan meningkatkan hormon testosteron.
Ada 4 macam kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.
Penyakit kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista.
Namun pembawa sifat bukan berarti penderita penyakit kista, anda dapat mencegah timbulnya penyakit kista dengan gaya hidup sehat. Hindari makanan-makanan berlemak tinggi, rajinlah berolah raga serta konsumsilah makanan dan minuman yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dapat menangkal radikal bebas dari polusi debu dan udara.
Walau pun peynyakit kista termasuk penyakit jinak, tatapi penyakit ini memiliki potensi untuk menjadi penyakit ganas. Dan apabila sudah menjadi seperti itu maka harus ditangani serius. Meskipun toh belummganas, kista jika terplintir akan mengakibatkan rasa sakit yang sangat perih.
Beberapa gejala timbulnya penyakit kista adalah rasa nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Dan jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.
Kista adalah suatu organ yang membesar dan di dalamnya berisi cairan, seperti sebuah balon yang berisi air. Pada wanita, organ yang paling sering menjadi kista adalah indung telur. Tidak ada ketentuan apakah indung telur kiri atau kanan yang sering menjadi kista. Pada kebanyakan kasus kista justru tidak memerlukan operasi.
Peran Indung Telur
Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut juga follicle. Setiap bulan follicle tersebut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur yang matang. Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. Jikalau ada gangguan proses siklus ini maka akan terjadi apa yang disebut kista.
Jenis Kista
Ada 4 macam kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.
Sebagian besar kista tanpa gejala dan diketahui secara kebetulan pada waktu periksa dokter. Menurut pengalaman, diketahuinya menderita kista indung telur biasanya sewaktu periksa check up atau sewaktu periksa karena sebab lain.
Selain itu juga dapat timbul gejala yang khas untuk kista indung telur dan sangat terkait dengan jenis kista indung telur.
- Kista Fungsional. Sering tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila disertai komplikasi seperti terpuntir atau pecah, tetapi komplikasi ini sangat jarang. Kista fungsional ini paling sering terjadi dan sangat jarang pada dua indung telur. Ia bisay mengecil sendiri dalam waktu 1-3 bulan.
- Kista Dermoid. Kista ini terjadi karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah.
- Kista Cokelat (endometrioma). Terjadi karena lapisan di dalam rahim (yang biasanya terkelupas sewaktu haid dan terlihat keluar dari kemaluan seperti darah), tidak terletak dalam rahim tetapi melekat pada dinding luar indung telur. Akibat peristiwa ini setiap kali haid, lapisan tersebut menghasilkan darah haid, yang akan terus menerus tertimbun dan menjadi kista. Kista ini bisa pada satu atau dua indung telur. Timbul gejala utama yaitu rasa sakit terutama sewaktu haid atau sexual intercourse.
- Kista Denoma. Berasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh menjadi kista. Kista jenis ini juga dapat menyerang indung telur kanan dan kiri. Gejala yang timbul biasanya akibat penekanan pada bagian tubuh sekitar seperti kandung kencing sehingga dapat menyebabkan semacam ”beser”.
Apakah Bahaya?
Salah satu bahaya yang ditakuti ialah apabila kista tersebut menjadi ganas. Sekalipun tidak semua kista mudah berubah menjadi ganas. Berdasar kajian teoritik, kista fungsional yang paling sering terjadi dan sangat jarang menjadi ganas. Sebaliknya kistadenoma yang jarang terjadi tetapi mudah menjadi ganas terutama pada usia di atas 45 tahun atau kurang dari 20 tahun.
Bahaya lain dari kista adalah apabila terpuntir. Kejadian ini akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan memerlukan tindakan darurat untuk mencegah kista jangan sampai pecah. Apabila kista tersebut sampai pecah bisa mengakibatkan hal-hal yang sangat berbahaya bagi penderita.
Selasa, 10 Mei 2011
Kanker Serviks
Pengertian Kanker Serviks
kanker serviks adalah kanker yang menyerang area serviks atau leher rahim, yaitu area bawah pada rahim yang menghubungkan rahim dan vagina. Kanker ini disebabkan oleh virus bernama Human Papilloma Virus – atau yang lebih dikenal virus HPV ini.
Biasanya kanker serviks baru akan menujukkan gejala serius, setelah 10-20 tahun kedepan pada wanita yang menikah atau aktif secara seksual. Karena pada fase prakanker dan stadium awal, memang tidak menujukkan gejala apapun. Dan juga karena banyak dari pasien kanker serviks baru menyadari dan melakukan pengobatan ketika stadium kankernya sudah akut.
Langganan:
Postingan (Atom)